Header image

Memahami Puisi – Buruh yang Amat Sabar

Posted by Regina Sutanto in Indonesia 10 on Thursday, April 25th, 2013 at 8:04 am

Inti permasalahan dari puisi ini adalah seorang buruh yang bekerja tanpa dibayar.Sang buruh adalah orang yang patuh and sabar, orang sabar selalu mendapat yang terbaik. Mungkin sang buruh tahu bahwa pabriknya akan meledak. Ledakan tersebut akan meluruhkan permasalahannya dengan majikannya. Jelas itu adalah salah sang buruh tersebut, seseorang yang sebaik dia berhak mendapatkan hal dan perlakuan yang lebih baik. Seharusya harus ada inisiatif untuk pindah dan menjalani hidup yang lebih baik karena akan banyak lahan perkerjaan yang akan menerima orang seperti itu.

Sang istri, anak dan mertua harusnya memberikan saran yang benar dan mendorong sang buruh untuk pindah, bukannya menangis karena menangis tidak akan menyelesaikan masalah. Keluarga sang buruh harus bisa memberikan dukungan kepada sang buruh agar dia mau untuk berpindah. Jika saya ada di posisi sang buruh saya sudah pindah sejak dahulu dan mendapat sesuatu yang lebih baik dan menjadi lebih sukses dari sebelumnya.

Kehidupan sang buruh pada saat ini tidak mungkin sampai harus membayar majikannya, tetapi sang buruh itu memang mendapatkan gaji yang tidak sepadan dengan pekerjaannya. Mereka masih terbelit hutang piutang dan banyak diantara mereka tidak bisa membayar kembali dan akhirnya terkena sanksi. Mungkin sang buruh saat ini mendapat kenaikan gaji yang tidak seberapa tapi sudah ada kemajuan dibandingkan sebelumnya. Ada banyak kenyataan pada waktu ini. Banyak pabrik di Jakarta dan sekitarnya yang melakukan pemecatan buruh pabrik dan banyak sekali buruh yang dikeluarkan dan menjadi pengangguran. Gaji mereka pas-pasan, dan kebanyakan hanya lulusan SMA. Mencari kerja lagi menjadi masalah bagi mereka.

Seorang buruh mempunyai keuarga yang perlu dibiayai. Bila keluarga itu hanya mendapat pemasukan dari seorang buruh dan apa lagi gaji tersebut sangat kecil, gaji tersebut tidak bisa membiayai kebutuhan sehari-hari seperti baju dan makanan, sekolah anak dan biaya lain-lain. Penulis puisi ini ingin menyampaikan makna yang sangat penting kepada pembaca. Kita harus sabar menghadapi cobaan dan tantangan tetapi sabar juga ada batasnya. Banyak yang bisa dipetik dari puisi ini. Jangan biarkan orang menghancurkan diri kita dan kita harus kuat dalam menghadapi cobaan hidup.

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 You can leave a response, or trackback.

One Response



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>