Header image

Resensi Film – Garuda di Dadaku

Posted by Viana Reynaldi in Indonesia 9 on Tuesday, February 28th, 2012 at 2:34 am

Jenis Film : Drama – Semua Umur (general)
Produser : Shanty Harmayn
Produksi : Sbo Films Dam Mizan Productions
Sutradara : Ifa Isfansyah
Penata kamera: Cesa David Luckmansyah

Penata musik: Aksan Sjuman, Titi Sjuman, Netral

Penulis : Salman Aristo
Pemain : Emir Mahira (Bayu) , Aldo Tansani (Heri) , Marsha Aruan (zahra) , Ikranagara (kakek bayu) , Maudy Koesnaedi (ibunda bayu) , Ary Sihasale , Ramzi

Garuda Di Dadaku adalah film keluarga yang bercerita tentang Bayu, seorang anak SD,yang tiggal di perkampungan sesak di Jakarta dan Bayu mempunyai mimpi menjadi seorang pemain bola dan masuk ke Tim Nasional Indonesia. Bayu mempunyai bakat bermain sepak bola dari ayahnya yang dulunya juga adalah seorang pemain sepak bola. Sayangnya, cita-cita Bayu itu ditentang oleh sang kakek yang lebih senang melihat Bayu mengikuti berbagai macam kursus demi masa depannya namun teman dekat bayu yang bernama Heri selalu meyakinkan bahwa Bayu sangat memiliki talenta untuk menjadi pemain bola Nasional dan Heri juga yang selalu mengajak Bayu untuk ikut ke ajang seleksi pemain nasional usia dibawah 13 tahun.

Ternyata kakek mempunyai alasan yang kuat kenapa ia melarang Bayu bermain bola. Ayah Bayu yang dulunya seorang pemain bola mengalami cedera berat pada waktu itu sehingga tidak bisa bermain bola dan akhirnya hanya menjadi seorang supir taksi. Kakek Bayu tidak mau nasib yang sama menimpa Bayu cucu yang ia sayangi. Bayu yang benar-benar mencintai sepak bola tidak mau begitu saja menuruti apa kata kakeknya.

Masalah pun muncul ketika Bayu membohongi kakeknya yang mengira bahwa ia berbakat menjadi seorang pelukis. Tidak diduga kakek datang dan melihat Bayu di sekolah sepak bolanya dan tiba-tiba ia terserang penyakit jantung dan dilarikan ke rumah sakit. Bayu merasa bersalah dan menyesal telah membohongi kakeknya dan ia memutuskan untuk berhenti bermain bola.

Kenapa film ini disebut dengan Garuda? Karena Garuda adalah lambang Negara kita. Dengan logo garuda yang disemangatkan dalam seragam nasional pemain sepakbola anak-anak u-13 membuat Bayu (yang dimainkan oleh Emir Mahira) yang berusaha mati-matian untuk menjadi pemain sepak bola handal dan dalam film Garuda di Dadaku ini kita dapat melihat dan merasakan aroma perjuangan sang Bayu anak yang masih duduk di bangku kelas 6.

Dirilisnya film Garuda di Dadaku menunjukan rasa nasionalisme melalui film genre olahraga dan nasionalisme. Film garuda di Dadaku diterbitkan untuk sebuah misi untuk dunia sepak bola Indonesia agar lebih maju. Disutradarai oleh Ifa Isfansyah, sedangkan pemeran utamanya Aldo Tanzani, Emir Mahira, Marsha Aruan dipilih hasil penyaringan casting dan aktor professional lainnya. Background pengambilan film Garuda di Dadaku di beberapa tempat di Jakarta, seperti staduyn Utama Bung Karno, dan komplek Istana Olahraga Senayan, dan perkampungan di Jakarta.

Intinya jenis film Garuda di Dadaku, mengisahkan bagaimana perjalanan seseorang menjadi seorang juara sejati melalui proses yang panjang dan melelahkan untuk menjadi seorang juara sejati. Sang juara sejati tak akan menyepelekan lawan, dan tak mudah terpengaruh.

Melalui film Garuda di Dadaku ini rasa nasionalisme hadir pada harapan Bayu kecil dengan timnya yang bermimpi kelak dapat bermain di stadion Bung Karno dan mereka dapat menjadi kebanggaan rakyat Indonesia. Walaupun tujuan utama film ini adalah untuk menhibur namun ternyata Film Garuda di Dadaku memiliki maksna yang besar terhadap kemajuan sepak bola Indonesia.

Di tengah maraknya film  Horror di Indonesia, film Garuda di Dadaku datang membawa angin segar dengan film Garuda di Dadaku dengan pemainnya yang belum terlalu ngetop, memberikan nuansa baru bagi dunia hiburan layar lebar tanah air. Film Garuda di Dadaku cocok sebagai hiburan sehat bagi keluarga dengan alur cerita yang sederhana jauh dengan film horror yang bagi saya tidak mendidik bagi anak dan rakyat Indonesia.

Film Garuda di Dadaku dikategorikan sebagai film sukses dan masuk ke dalam nominasi FFI. Seperti nominasi untuk pemeran pria terbaik, nominasi scenario asli, tata musik terbaik dan termasuk juga sebagai nominasi film anak terbaik dalam ajang Festival Film Indonesia.

Cerita persahabatn bayu dan heri diceritakan sangat apik dalam cerita ini namun banyak juga masalah antara mereka, tapi mereka tetap dapat menyelesaikan semua masalahnya dan pada akhir cerita Garuda di Dadaku ini Bayu dapat memenuhi cita-citanya yaitu ia menjadi pemain Tim Nasional U-13.

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 You can leave a response, or trackback.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>