Cerita Pendek
Unit kedua di kelas Bahasa Indonesia adalah Cerita Pendek. Saya belajar tentang unsur-unsur intrinsik maupun ekstrinsik di dalam cerpen dan juga menganalisa sebuah cerpen. Di unit ini, menurut saya ada beberapa tantangan. Terutama saat menganalisa alur cerita dan unsur-unsur. Saya harus memahami cerita pendek yang kita baca dan karena cerpen yang kita baca sedikit susah dimengerti dan mempunyai banyak kosa kata yang sulit karena ini saya merasa bahwa unit ini sedikit menantang. Tetapi semakin banyak cerpen yang kita baca, semakin mudah untuk saya memahami cerpen nya. Di unit yang selanjutnya, saya harus bisa menganalisa dengan lebih baik dan memahami cerita yang rumit dengan alur cerita yang membingungkan.
Untuk penilaian akhir unit ini, kita di haruskan untuk membuat sebuah analisa cerpen untuk dua cerpen.
Sang Aktris:
Struktur Cerpen
Pendahuluan
- Latar dijelaskan
- Tokoh dikenalkan
Masalah
- Perisitwa-peristiwa yang terjadi
- Mempengaruhi latar, waktu atau karakter
Pemecahan masalah
- Cerita mulai mengarah pada penyelesaian
Akhir Masalah
- Masalah terpecahkan
- Cerita berakhir
Nilai Kehidupan dalam cerita
- ketidak adilan
- kemiskinan
- kejahatan
- kebaikan hati
- kejujuran
Di bagian pertama cerita ‘Sang Aktris’, adalah dimana si penulis menjelaskan tentang tokoh dan latar. Dari pendahuluan ini, saya menganalisa bahwa tokoh utama di dalam cerita ini adalah Ofelia, anak dari seorang pegawai negeri yang mendapat pekerjaan menjadi seorang aktris. Latar di bagian ini tidak jelas karena tidak di gambarkan seperti apa tempat dimana si tokoh utama berada. Tetapi, melalui apa yang si penulis gambarkan, perkiraan saya adalah bahwa si tokoh ada di dalam kondisi yang sedang sedikit kesal.
Masalahnya adalah tokoh utama mendengar gosip-gosip tentang aktris-aktris yg menjual dirinya dengan mengunakan televisi untuk promosi. Masalah ini tidak begitu mempengaruhi latar. Karena menurut saya, masalah tidak terlalu besar, dan hanya ada di dalam pikiran si tokoh utama saja.
Masalah mulai mengarah kepada penyelesaian setelah dia mulai bekerja sebagai seorang aktris. Ofelia mulai merasakan bagaimana hidup menjadi seorang aktris. Ia mulai sadar.
Masalah akhirnya terpecahkan saat dia berbicara dengan seorang bapak tua dan memutuskan untuk tidak menjadi aktris lagi karena dia sebenarnya menjadi aktris hanya untuk uang kuliah.
Pesan yang terdapat di dalam cerita ini adalah kerendahan hati dan kebaikan hati. Karena watak si Ofelia, tokoh utama adalah seorang yang sangat rendah hati dan juga baik hati. Ofelia itu baik hati karena dia mau memberi tanda tangan dan dia juga mau bercakap-cakap dengan kakek tua itu.
Makan Siang:
Tokoh utama dalam cerita?
Well, seorang penulis yang dulu hidupnya pas-pasan; yang menjadi kaya.
Perempuan, seorang penggemar dari penulis.
Dari sudut pandang siapa cerita di ceritakan?
Sudut pandang orang pertama.
Profesi dan watak si tokoh utama?
Profesi si tokoh utama adalah penulis. Dan si tokoh utama ini adalah orang yang menghormati, pengertian, dan tertutup.
Profesi si perempuan tidak di sebutkan di dalam cerita. Dan si perempuan ini adalah orang yang serakah dan licik.
Tuliskan beberapa kutipan cerita yang menggambarkan watak tokoh?
Watak tokoh-tokoh utama dapat terlihat di kalimat-kalimat ini. Perilaku Well dan si perempuan juga dapat terlihat di dalam hampir semua percakapan yang ada di dalam cerita.
“Foyot adalah restoran langganan para senator dan terlalu jauh bagi pikiranku, bahkan untuk sekadar membayangkan pergi ke sana. Tapi, aku sedamg tersanjung dan terlalu muda untuk terlatih berkata tidak pada seorang wanita.”
“Sungguh memalukan jika uangku kurang dari sepuluh franc dan harus pinjam dari tamuku.”
“Saya tak pernah makan lebih dari satu macam. Saya pikir orang-orang sekarang makan terlalu banyak. Sebuah ikan kecil, mungkin. Mungkin mereka punya ikan salmon.” (si perempuan)”
Latar tempat cerita terjadi dimana?
Cerita ini terjadi di restoran mewah di Luksemburg bernama Foyot. Cerita ini juga terjadi di salah satu balkon dari suatu teater opera.
Tuliskan bagaimana penulis menggambarkan latar tempatnya?
Penulis menggambarkan restoran ini dengan kesan yang mahal dan mewah, tempat langganan senator-senator. Dan si penulis juga menjelaskan teater dengan kesan yang mewah karena tokoh-tokoh berada di balkon di dalam teater.
Tuliskan beberapa kutipan yang dipakai penulis untuk menggambarkan latar di dalam cerita?
“…apartemen kecil dengan pemandangan kuburan di bawah sana…”
“Foyot adalah restoran langganan para senator dan…”
Penulis juga menggambarkan suasana yang tegang di halaman tiga. “Kami menunggu asparagus dimasak. Kepanikan menyergapku. Bukan soal beberapa sisa uang…”
(latar teater di bantu di dalam gambar)
Gambaran kehidupan sosial yang dalam cerpen adalah?
Di dalam cerita, 20 tahun yang lalu, well berada di dalam kehidupan sosial yang rendah, dan dia tidak punya banyak uang. Tetapi, setelah 20 tahun berlalu, dia sudah menjadi orang yang kaya karena dia sudah bisa mampu membeli tiket tempat duduk di balkon teater.
Si perempuan mempunyai kehidupan sosial yang tinggi, atau kaya karena saat dia makan siang dengan Well 20 tahun yang lalu, si perempuan sudah biasa makan salmon, caviar, sup asparagus, dan lain-lain.
Tuliskan dibagian cerita mana gambaran kehidupan sosial tersebut kamu temui?
Gambaran kehidupan sosial tokoh-tokoh utama di dalam cerita ada di dalam kalimat-kalimat ini:
“Foyot adalah restoran langganan para senator dan terlalu jauh bagi pikiranku, bahkan sekedar membayangkan pergi ke sana.”
“Aku punya apartemen kecil di Latin Quarter dengan pemandangan kuburan di bawah sana, dan aku selalu dilanda kesulitan mencukupi kebutuhan sehari-hari.”
