Artikel Praktis: Konservasi

Selasa, 2 Oktober 2012

 

KONSERVASI


Di jaman sekarang, banyak konflik yang sudah tersebar keseluruh dunia. Dimana ada konflik sudah pasti alam pun ikut terancam. Salah satunya untuk menyelamatkan atau melestarikan alam adalah dengan satu cara yaitu konservasi. Di dalam artikel ini; akan menjelaskan tentang apa itu konsep konservasi, bagaimana konflik konservasi muncul, dan cara-cara untuk konservasi alam sebagai contoh.

Konservasi adalah upaya yang dilakukan oleh manusia untuk melestarikan atau melinungi alam. Konservasi dapat difeinisikan hal-hal lain. Salah satu contohnya adalah di Indonesia, berdasarkan peraturan undang-undang, konservasi didefinisikan pengelolahan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediannya dengan tetap memlihara dan meningkatan kulaitas keanekagaramnya dan nilainya.

Konsep konservasi pertama kali ditemukan oleh seorang Amerika bernama Theodore Roosevelt pada tahun 1902. Konservasi dalam bahasa inggris yaitu ‘conservation’. Kata ‘conservation’ terdiri dari “con” dan “servare”. “con” itu berarti ‘together’/bersama. “servare” itu berarti ‘keep’save’/ menetapkan atau menyelamatkan. kalau digabung dua kata berbeda tersebut menjadi dan mengartikan ‘keep save what you have’ / upaya memelihara apa yang kita punyai, namun secara bijaksana.

Konflik sumber daya alam biasanya terjadi gara-gara satwa endemik dan HPH (Hak pengusaha Hutan). Karena hutannya menciut dan mencari sumber makanan sangat sulit, maka satwa pada keluar dari habitatnya dan menyerang manusia. Tetapi ada fakta-fakta lain yang menjadi konflik konservasi; berikutnya sebagai contoh. Pertumbuhan jumlah penduduk meningkat dan permintaan sumber daya alam dari penduduk juga meningkat. Pada akhirnya; semuanya akan menjadi kehancuran dan tidak stabil. Contoh lainnya adalah sumber daya alam diekstrak berlebihan atau penerjemahan dalam bahasa inggris adalah “over-exploitation” bisa menggeser keseimbangi alam. Contoh terakhirnya adalah jenis tanaman luar yang invasif masuki ke area habitat bisa juga merusak keseimbangan alam; maupun flora dan fauna.

Yang di paragraf diatas tersebut menceritakan konflik-konflik awal saja. Konflik sumber daya alam juga bisa menjadi lebih kacau lagi dari sebelum. Yang umumnya ada tiga contoh. Contoh pertama adalah Sumber daya alam juga bisa memasuki masalah kepentingan politik ekonomi misalnya; daerah resapan dikonversasi untuk Hak Pengusaha hutan. Contoh keduanya adalah tentang peraturan dan prinsip-prinsip pemerintah dan sumber daya alam. Biasanya pemerintah tidak mematuhi kebijakan program jangka panjang dengan prinsip-prinsip pelestarikan sumber daya alam dan lingkungan sekitarnya. Contoh terakhirnya adalah ketika terjadinya kepentingan latar politik. Biasanya ini terjadi karena ada banyak kelopok suara yang mendukung kepentingan latar politik dan pada akhirnya bisa menjadi sumber keuangan illegal.

Karena terlalu banyak konflik tersebut, makanya konsep konservasi dibentukan. Konsep konservasi bisa dilakukan dengan banyak hal dan cara. Yang paling umumnya adalah tentang konsep konservasi hutan dengan berbagai cara. Konsep konversasi juga mempunyai contoh lainnya yaitu konsep konservasi kota.

Konservasi kota sangat penting karena bisa menyelamatkan budaya-budaya yang sangat berharga. Konsep konservasi kota sudah lama dikerjakan selama beberapa tahun terutama kota-kota tertua di Indonesia. Kota bagi manusia mengartikan sebagai wadah manusia yang harus diteruskan atau dipertahankan. Secara rumusan sejarah, setiap kota harus mempunyai sejarah; dimana, kapan, kenapa, apa, dan bagaimana dibuatnya. Sejarah perkotaan ‘Urban history” merupakan bidang studi internasional yang membuatnya penasaran sampai sekarang; ‘nature of society’ di masa lalunya. Untuk mencari tahu ini maka diperlukan ahli seperti geografi, sejarah lengkap, dan etc. Dengan semua ahli untuk mengetahuinya masa lalunya, kita bisa menggambarkannya dan bisa memulai proses kawasan urban.

Kawasan Urban adalah proses pertama dari konsep konservasi kota.
Proses urbanisasi terdiri dari 4 cara yaitu:
1. Pertama, termasuk elemen demografi atau struktur systemnya dan aspek perilaku urbanisasinya.
2. Kedua adalah proses urban biografi yang menyatakan tentang tempat bersejarah yang istimewah, dan berhubungan dengan beberapa segi dari sebuah kota, seperti transportasi, pemerintah kota, perkembangan fisik, masyarakat dan organisasi sosial.
3. Ketiga, memperlakukan beberapa tema, seperti ekonomi, sosial, arsitektur, dan sebagainya dalam konteks sebuah kota.

4. Keempat, ‘cultural studies’, merupakan jalan baru dalam ‘reading cities’, dan memperkenalkan konsep untuk “read” communities.


Setelah menjalankan proses urbanisasi maka kita akan tahu lebih dalam mengenai sejarah kota tersebut. Konservasi kota juga bisa terlibat dalam masalah terutama konflik antara perusahaan besar komersial. Dimana perusahaan komersial beraksi untuk mengambil lahan kota itu secara pembayaran tidak resmi untuk hal lain seperti mall, gedung perkantoran, dan lain-lain. Kalau aksi ini terjadi, budaya kota akan hancur dan runtuh.


Ada beberapa cara untuk menyelamatkan kota seperti contohnya majahpahit. Majahpahit adalah kerajaan yang sudah hampir runtuh. Kota ini harus segara dilestarikan untuk kebudayaan dan sejarah kerajaan tersebut. Ada banyak hal yang kita bisa lakukan untuk menyelamatkan budaya kerajaan tersebut:

1. Lokasi kerajaan Majahpahit bisa menjadi tempat wisata yang bagus untuk orang lain. Dengan cara begini, orang daerah dan dari kota lain bisa mengunjungi untuk mengetahui lebih dalam tentang budayanya.

2. Aktivitas di dalam tempat wisata juga bisa membantu mengenang masa lalu tentang Kerajaan Majahpahit yang benar.

3. Merenovasikan tempat juga salah satu cara untuk mengkonservasikan Kerajaan Majahpahit. Walaupun direnovasikan mengakibatkan kelihatan tidak asli tetapi yang penting adalah budaya masih terkoneksi.


Konsep konservasi hutan itu juga sama aja dengan konsep konservasi kota tetapi perbedaannya adalah konsep konservasi hutan lebih fokus pada quantitas sumber daya alamnya. Indonesia termasuk negeri yang penuh dengan hutan yang luar biasa. Sayangnya, masyarakat Indonesia tidak memikirkan keindahan alamnya apalagi perusahaan kertas dan tisu. Salah satu konflik dari mengapa konsep konservasi dijadikan adalah pemotongan ilegal. Pemotongan ilegal ini terjadi bahwa para pengusaha perlu kawasan hutan untuk produksi mereka. Para pengusaha tidak mematuhi peraturan kawasan hutan yang dilindungi dan ini bisa mengganggu ekosistem di hutan dan komunitas lain disekitarnya.


Konsep konservasi hutan mempunyai banyak tipe salah satunya adalah cagar alam. Cagar Alam adalah kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami.

Suatu kawasan ditunjuk sebagai Kawasan Cagar Alam, apabila telah memenuhi kriteria sebagai berikut:


  1. Memiliki keanekaragaman jenis tumbuhan dan/atau satwa liar yang tergabung dalam suatu tipe ekosistem;

  2. Mempunyai kondisi alam, baik tumbuhan dan/atau satwa liar yang secara fisik masih asli dan belum terganggu;

  3. Terdapat komunitas tumbuhan dan/atau satwa beserta ekosistemnya yang langka dan/atau keberadaannya terancam punah;

  4. Memiliki formasi biota tertentu dan/atau unit-unit penyusunnya;

  5. Mempunyai luas yang cukup dan bentuk tertentu yang dapat menunjang pengelolaan secara efektif dan menjamin berlangsungnya proses ekologis secara alami;dan/atau

  6. Mempunyai ciri khas potensi dan dapat merupakan contoh ekosistem yang keberadaannya memerlukan upaya konservasi. (Pasal 6 PP No. 28 Th. 2011). Cagar alam juga mempunyai daftar-daftar upaya pengawetan yang harus dilakukan dalam bentuk kegiatan berikut ini:

1. Perlindungan dan pengamanan kawasan

2. Inventarisasi potensi kawasan

3. Penelitian dan pengembangan yang menunjang pengawetan

4. Beberapa kegiatan yang dilarang karena dapat mengakibatkan perubahan funsi kawasan cagar alam adalah:

a. Melakukan perburuan terhadap satwa yang berada di dalam kawasan.

b. Memasukan jenis-jenis tumbuhan dan satwa buikan asli ke dalam kawasan.

c. Memotong, merusak, mengambil, menebang, dan memusnahkan tumbuhan dan satwa dalam dan dari kawasan.

d. Menggali atau membuat lubang pada tanah yang menggangu kehidupan tumbuhan dan satwa dalam kawasan.


Konsep konservasi bisa banyak diartikan beberapa hal yang mempunyai satu tujuan; pelestarian atau perlindungi seperti konsep konservasi kota dan hutan. Dalam artikel ini kita bisa tahu lebih dalam tentang konsepnyha sendiri dan cara-cara untuk membantu atau membuka konsep konservasi. Konservasi itu sangat penting karena di masa depan, kita akan menggunakan lebih dari sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>